Jadi, mari kita mulai, gue pertama kali ketemu gebetan gue waktu gue duduk di bangku SD kelas 5, dimana gue masih ingusan dan kekanak-kanakan. Memang, kelas 5 adalah usia yang sangat dini untuk merajut cerita cinta, tapi gue yakin kalau cinta gue ke dia itu cinta sejati yang tak mengenal usia, fisik, dan lain-lain.
Gebetan gue selalu menemani gue melangkah dalam tiap hidup gue, dia selalu support gue dalam segala hal, apa pun kendalanya, dan dia selalu menghabiskan hari-harinya bersama gue. Itu merupakan beberapa alasan mengapa gue cinta setengah mati sama dia.
Gue selalu bilang "i love you" ke dia, tapi, meskipun kami sangat dekat, dia ga pernah bilang "i love you" balik ke gue. Mungkin dia gak suka sama gue? Atau mungkin dia malu-malu sama gue. Hal tersebut selalu tersirat di pikiran gue tiap malam. Sampai-sampai gue ga bisa tidur. Akibat ga tidur terlalu lama, muka gue berubah dari pangeran nan rupawan menjadi vampir cina belum mandi seharian.
Gue selalu bilang "i love you" ke dia, tapi, meskipun kami sangat dekat, dia ga pernah bilang "i love you" balik ke gue. Mungkin dia gak suka sama gue? Atau mungkin dia malu-malu sama gue. Hal tersebut selalu tersirat di pikiran gue tiap malam. Sampai-sampai gue ga bisa tidur. Akibat ga tidur terlalu lama, muka gue berubah dari pangeran nan rupawan menjadi vampir cina belum mandi seharian.
Tapi, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Sekarang gue tau mengapa dia ga bilang "i love you" ke gue. Ternyata, laptop, gebetan gue, ga bisa ngomong.
Ternyata gue jatuh cinta sama benda mati selama 3 tahun.
Demikian cerita singkat tentang kisah cinta gue, terimakasih. Sampai jumpa!
Jones....
BalasHapusjomblo akut...
BalasHapusjomblo akut...
BalasHapusCkck kasian amat dek. Ingat, jadilah lampu yg menerangi dunia yang mulai gelap ini.lewat blog ini, lu kalo bs kasi inspirasi juga ya.
BalasHapusBukan kisah nyata kayknya..
BalasHapusSaya sangat terinspirasi oleh kisah cinta anda
BalasHapuso aj dv
Hapuso aj dv
HapusNgenes hahaha
BalasHapus